Minggu, 22 Maret 2020


PEMIMPI

Mimpi aja dulu


Dia adalah anak laki-laki bungsu dari enam bersaudara yang terlahir di keluarga sederhana. Dia mempunyai empat kakak laki-laki dan satu kakak perempuan dengan sifat yang berbeda-beda. Karena sifat yang berbeda itulah, dia kurang akur dengan salah satu dari tiga kakak laki-lakinya itu. dia sering sekali berkelahi, tapi dia sangat dekat dengan satu kakak perempuannya. Demi menghidupi enam orang anaknya itu, kedua orang tuanya rela bekerja keras setiap hari. sehingga dia tinggal dirumah ditemani neneknya. Dan dia sering kali iri dengan teman-temannya yang sering diantar jemput orang tuanya. Dan lebih tepatnya lagi dia rindu pelukan seorang ibu.

Ketika kecil dia sering sekali bengong di bawah pohon sambil nulis-nulis gak jelas dengan di temani oleh angin yang sepoi-sepoi memikirkan mimpi-mimpi besarnya. Berawal dari kebiasannya itu dia jadi sering lihat hantu dan sering kesurupan, sampai-sampai badan dan pikirannya dia melemah. Sehingga dia sering dinobatin sebagai anak indigo yang sering ngomong sendiri, sampe orang tuanya bilang waktu kecil dia pernah makan beling. Tapi, lama-kelamaan semua sifat itu menghilang dari dirinya.

Ketika sekolah SD, dia memang bukan anak yang pintar, apalagi di pelajaran agama  dan memang tidak pernah menjadi ranking di kelasnya. Saat dia berumur 10 tahun, dia liat temen-temennya jalan menuju masjid dan dia tahu mereka ke sana untuk sholat dan ngaji. Tapi, dia mikir aktivitas itu cuma untuk buang-buang waktu, karena waktu itu dia sempet mikir bahwa Tuhan itu gak ada. Kenapa? Karena dia sering jatuh sakit, merasa banyak masalah dalam keluarganya dan dia mikir kenapa Tuhan gak nolongin dia?

Menginjak kelas 5 SD lama-lama dia iri lihat temen-temennya rajin berangkat ngaji pake baju koko, pake peci dan bawa al-Qur’an. Hingga keesokan harinya dia diajak ngaji sama temen-temennya. Dan dari situlah dia belajar ngaji di masjid deket rumahnya. Saat itu, dia bener-bener ketinggalan jauh  dari temen-temennya yang lain dan sempet menyesal karena dari kecil dia gak pernah belajar agama, entah itu ngaji ataupun sholat.

Perlahan tapi pasti,  saat teman-temannya hanya membaca al-Qur’an tanpa arti dan tanpa memahaminya, dia adalah anak satu-satunya di pengajian itu yang memahami arti dari setiap ayat al-Qur’an yang dibacanya. Hingga dia merasa banyak hal tentang agama yang akhirnya bisa terjawab satu-persatu, dan dia juga mikir bahwa agama itu penuh dengan misteri yang harus terus kita cari jawabannya. Suatu ketika, dia diajak untuk mengikuti kelas tahfidz, awalnya dia merasa keberatan karena sudah tertinggal jauh dengan teman-temannya. Tapi, akhirnya dia menyanggupi kelas itu dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Tak hanya itu, setiap jam 3 pagi ustadznya rela berkeliling ke rumah murid-muridnya agar segera bangun untuk sholat tahajud berjamaah dilanjutkan  dengan sholat subuh, mengaji, dan pulang sebentar untuk mandi lalu berangkat sekolah. Itulah kegiatan sehari-harinya. Sampai suatu ketika dia ditunjuk untuk menjadi wakil sekolahnya dalam salah satu lomba di bidang agama dan akhirnya menang. Dari situ dia semakin semangat untuk memperdalam lagi agamanya.

Setelah lulus SD, dia disarankan guru dan orang tuanya untuk bersekolah di Madrasah
Tsanawiyah agar potensinya bisa terus dikembangkan, akhirnya dia menurutinya untuk sekolah di MTs. Tapi, setelah beberapa bulan sekolah disana, dia merasa tidak betah karena dirumah dia sering sekali bertengkar dengan kakak-kakaknya. Dan akhirnya dia menyerah, lalu dia bilang ke orang tuanya ingin masuk pesantren yang jauh dari rumah.

Kemudian orang tuanya mengurusi segala persiapannya untuk masuk pesantren mulai dari surat pindah sekolah sampai peralatan yang akan di bawa ke pesantren tersebut. Karena surat pindah ke pesantren yang jauh dari rumah agak ribet, akhirnya dia masuk ke pesantren yang gak terlalu jauh dari rumahnya. Tapi karena dia merasa bosan dan gak betah, akhirnya dia cuma bisa bertahan 9 bulan di pesantren itu. Lalu dia kabur ke rumah dan melanjutkan sekolahnya lagi di MTs yang petama.

Setelah lulus SMP, dia sebenarnya ingin melanjutkan sekolah ke SMK multimedia, tapi orang tuanya ingin agar dia masuk SMA islam. Dan akhirnya dia menuruti keinginan orang tuanya itu. Di SMA dia dikenal sebagai murid yang bandel, dan sering bolak-balik ruang BP, bahkan tiga orang sahabatnya tidak naik kelas. Tapi, dia berpikir bahwa dia harus merubah segala kebiasaan buruknya itu, akhirnya dia menjadi pengurus osis di bidang kesenian, dan tahun berikutnya dia mencalonkan diri untuk menjadi ketua osis sekolahnya, walaupun akhirnya kalah. Sampai akhirnya dia mendapatkan tugas B.Indonesia untuk membuat film pendek bersama kelompoknya. Kelompok dia sangat antusias dan totalitas dengan pembuatan film pendek itu. Sampai ketika film itu dikumpulkan lalu kemudian ditonton oleh banyak teman-temannya, dan bahkan guru mata pelajarannya sangat mengagumi hasil karya dia hingga film itu diputar kembali di ruang guru untuk ditonton oleh semua guru yang ada. Dan ternyata semua guru sangat mengapresiasi hasil karyanya itu. Dari situ, dia kemudian sering mengikuti loba-lomba membuat film pendek. Hingga akhirnya dia diminta oleh pihak sekolah untuk membuat film pendek tentang wisuda kelulusan di sekolahnya untuk ditayangkan pada saat acara perpisahan dan ditonton oleh semua orang yang hadir dalam acara itu. Dia menyanggupi permintaan sekolahnya itu dan mengerjakannya dengan antusias dan penuh rasa tanggung jawab.

Ketika acara perpisahan tiba, dan kemudian film itu ditayangkan di depan banyak orang dan termasuk kedua orang tuanya. Dia mendapat banyak pujian dari para guru dan para orang tua yang hadir bahwa sekalipun anak itu “bandel” pasti mempunyai kelebihan dan juga bisa membuat karya-karya kreatif di bidangnya yang pastinya dapat merubah dia kearah yang lebih baik. Dan pada saat itu juga dia mendapat penghargaan sebagai siswa terkreatif disekolahnya. Orang tuanya merasa sangat-sangat bangga atas prestasi yang diraih anaknya itu. Setelah lulus sekolah, akhirnya satu persatu mimpinya itu bisa terwujud.


Dia merasa bersyukur karena telah menuruti nasehat/perintah orang tua dan gurunya sehingga bisa merubah dirinya ke arah yang lebih baik lagi


1 komentar:

PEMIMPI Mimpi aja dulu Dia adalah anak laki-laki bungsu dari enam bersaudara yang terlahir di keluarga sederhana. Dia mempuny...